Smartphone BlackBerry Mendatang Akan Diproduksi di Cikarang

shares |

smartphone-blackberry-mendatang-akan-diproduksi-di-cikarang
BlackBerry DTEK50
Akhirnya hari ini BlackBerry membuat keputusan resmi bahwa perusahaan yang berbasis di Kanada ini tidak akan mengembangkan dan memproduksi smartphone mandiri. Di masa depan, Anda tetap masih akan melihat smartphone merek BlackBerry namun tidak dirancang atau dibangun oleh BlackBerry secara langsung.
Nantinya smartphone BlackBerry akan dibuat oleh mitra-mitra hardware yang kemudian akan mendapatkan lisensi penggunaan software stack dari BlackBerry yang berjalan di sistem operasi Android. Dari beberapa mitra BlackBerry yang telah menggarap smartphone BlackBerry seperti beberapa waktu lalu untuk pertama kalinya Foxconn menggarap BlackBerry Z3 atau BlackBerry Jakarta, kemudian TCL, yang telah menggarap BlackBerry DTEK50, yang sebenarnya adalah Alcatel Idol 4.

BlackBerry juga dilaporkan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal Indonesia untuk menelurkan perusahaan baru yang merupakan hasil patungan antara BlackBerry dan PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Perusahaan patungan atau joint venture tersebut bernama BB Merah Putih yang akan bertugas memproduksi, mendistribusikan, dan mempromosikan smartphone Android dengan brand BlackBerry.

Nantinya, smartphone Android BlackBerry yang beredar di Indonesia ini adalah produksi dari pabrik yang ada di Delta Silikon, Cikarang. Pabrik yang dioperasikan oleh PT Adi Reka Mandiri itu bisa memproduksi 300.000 unit smartphone perbulan dalam enam bulan pertama melalui enam lini produksi di pabrik seluas 7000 meter persegi itu. Tentunya bakal ada pengembangan pabrik, agar kapasitas produksinya dapat meningkat dengan seiring perkembangannya.

Seperti apakah smartphone Android BlackBerry produksi dalam Negeri tersebut? Corporate Secretary TELE, Samuel Kurniawan mengungkapkan nantinya smartphone BlackBerry yang diproduksi Cikarang ini tidak akan dibanderol dengan harga tinggi namun tetap memiliki desain yang mewah. Dengan kisaran harga di bawah Rp3 jutaan, BlackBerry buatan dalam negeri ini akan membidik pasar kelas mid-end, namun meski murah smartphone tersebut tetap aman karena menggunakan software dari BlackBerry yang sudah terkenal akan ‘anti-sadap’. Tentu dengan berdirinya pabrik smartphone BlackBerry di Indonesia telah memenuhi syarat TKDN untuk smartphone 4G LTE.
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Berita Lainnya: