Aplikasi Layanan Berbagi Video, Vine Resmi Ditutup

aplikasi-vine

Beberapa tahun lalu, layanan berbagi video singkat, Vine sangat populer sekali dan banyak digunakan oleh para penggunanya di internet. Kepopuleran aplikasi tersebut membuat Titter tertarik dan akhirnya mengakuisisi Vine dengan mahar US$30 juta.

Tetapi berbanding terbalik pada saat ini, mengingat layanan video sharing ini sudah banyak ditinggalkan oleh penggunanya, yang kebanyakan beralih ke Instagram, mengingat Instagram juga kini memiliki fitur yang serupa dengan Vine saat ini. Selain itu aplikasi Vine juga kalah bersaing dengan Snapchat.

Dengan kondisi seperti itu, Vine tidak lagi memiliki nilai harga yang tinggi di mata Twitter. Terlebih, Twitter sendiri saat ini tengah dalam kondisi yang suram. Dan, mereka secara resmi mengumumkan penutupan layanan Vine per hari ini. Walaupun demikian, pihak Twitter tidak akan menghapus konten yang telah diunggah oleh para pengguna Vine di akunnya. Dalam keterangannya Twitter mengatakan, kalau penutupan aplikasi Vine akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada para pengguna Vine untuk mengunduh konten yang telah diunggah diakunnya.

Mereka mengatakan, hal ini dilakukan demi kenyamanan para pengguna Vine yang telah menjadi bagian dari popularitas yang dulu pernah dimilikinya. Twitter saat ini memang tengah bermasalah dengan keuangan. Bahkan, mereka dikabarkan bakal melakukan restrukturisasi dalam waktu dekat. Berbagai isu terkait akuisisi Twitter juga bermunculan, dari raksasa internet Google dan Microsoft yang kabarnya tertarik untuk mengakuisisi Micro blogging ini. Namun, hingga kini, isu tersebut tentang akuisisi tersebut masih belum menjadi kenyataan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel