Follow by Email

6 Informasi Pengguna Yang Dapat Dicuri Saat Menggunakan Internet

Meski tak semua informasi yang dibagikan itu disalahgunakan oleh sang pemilik situs, ada baiknya kita tetap harus waspada.
Share it:
browser
Era digital seperti saat ini seseorang mencara informasi kebanyakan dari internet ketimbang dari sumber lain bahkan jual beli pun kini sudah menggunakan media online. Saat berselancar di internet atau online, sebenarnya pengguna tengah membagikan beberapa informasi pribadi kepada pemilik situs yang sedang dikunjungi. Meski tak semua informasi yang dibagikan itu disalahgunakan oleh sang pemilik situs, ada baiknya kita tetap harus waspada. Terutama bagi pengguna yang gemar menjelajahi situs-situs yang menyediakan konten ilegal seperti pornografi, software bajakan, film bajakan atau yang lainya.

Berikut ini 6 informasi pribadi yang bisa dicuri dari pengguna internet tanpa disadari saat berkunjung atau menjelajah ke situs internet.

1. Lokasi
 
lokasi-pengguna
Pada saat mengakses sebuah situs, maka admin situs dapat dengan mudah mengetahui lokasi pengguna berada saat ini. Jika menggunakan browser Chrome, pengguna akan diminta memberikan persetujuan terlebih dahulu ketika situs yang sedang dikunjungi ingin mengakses informasi lokasi.

Maraknya penggunaan smarthpone yang didalamnya sudah tersemat chip GPS juga menjadikan pengunjung kian rentan terekspose lokasinya. Sementara bila pengguna mengakses dari PC, informasi lokasi yang diperoleh biasanya hanya mengandalkan pada informasi yang disediakan oleh ISP yang digunakan, dengan akurasi yang tentu saja sangat rendah disbanding dengan perangkat mobile.

Meski informasi lokasi yang diberikan sangat rawan disalahgunakan, tetapi di satu sisi informasi tersebut terkadang dapat juga dimanfaatkan oleh admin situs untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pengunjungnya, dimana disesuaikan dengan lokasi mereka berada. Contohnya pada situs belanja online (e-commerce) atau pemesanan tiket, yang mana admin situs dapat mendeteksi secara langsung lokasi keberadaan saat ini dan memberikan saran yang lebih relevan kepada pengguna tersebut.

2. Hardware
 
detail-hardware
Ketika pengunjung asyik berselancar di dunia maya, perangkat yang digunakan untuk mengakses internet tentu akan secara otomatis mengirimkan beberapa informasi yang mencakup diantaranya chipset yang digunakan, GPU, resolusi layar hingga persentase baterai perangkat yang tersisa.

Upaya untuk memperoleh informasi hardware perangkat ini selain dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif juga bisa dimanfaatkan pula untuk hal-hal lain yang lebih positif. Contohnya dengan mengetahui berapa jumlah RAM yang terpakai saat pengunjung sedang mengakses situs, maka pemilik situs dapat menentukan langkah-langkah optimasi agar kapasitas RAM perangkat yang terpakai dapat dikurangi sehingga dapat meringankan kinerja perangkat yang pada gilirannya dapat meningkatkan pengalaman pengguna saat sedang mengakses situs tersebut.

3. Software
 
os-mobile
Browser yang digunakan mengakses internet pada umumnya akan memberitahukan kepada pengguna dan juga pemilik situs mengenai beberapa informasi yang berkaitan dengan software atau sistem operasi yang digunakan saati perangkat itu digunakan untuk browsing. Dengan mengetahui sistem operasi atau software yang dipakai, pemilik situs dapat menawarkan iklan yang relevan kepada para pengunjungnya.

4. Jaringan Yang Digunakan
 
isp
Situs yang dikunjungi biasanya akan mendeteksi jaringan apa yang digunakan. Dengan mendeteksi jaringan itu maka pemilik situs dapat menentukan layanan apa yang paling cocok untuk diberikan kepada pengunjung. Contohnya ketika sedang menonton video YouTube, resolusi video yang ditayangkan akan disesuaikan dengan kecepatan internet yang sedang digunakan. Pengunjung juga terkadang mendapatkan tayangan iklan promo yang relevan dengan ISP yang sedang mereka gunakan.

5. Riwayat
 
riwayat-browsing
Riwayat jelajah atau browsing history juga kerap dijadikan bahan oleh pengelola situs untuk menayangkan iklan atau konten yang disesuaikan dengan minat pengunjung. Dengan menggunakan algoritma tertentu, para pemasang iklan dapat menayangkan iklan sesuai dengan target pasar yang mereka inginkan.

Seluruh informasi tersebut biasanya akan disimpan dalam cookie yang secara default aktif. Jika pengguna tidak ingin membagikan informasi situs apa saja yang pernah Anda kunjungi, maka Anda dapat menghapusnya dengan masuk ke Settings->Show advanced settings->Privacy->Content Settings->Cookies.

6. Sosial Media
 
sosmed
Hampir semua orang paling senang menggunakan sosial media bahkan meraka bisa menghabiskan waktu seharian. Namun berhati-hatilah saat Anda mencoba mengklik tautan yang ada di web-web yang kurang terpercaya. Dengan memanfaatkan teknik clickjacking, pengguna yang sudah mengklik tautan tersebut dan masuk ke situs sosial media seperti Facebook nantinya akan sangat rentan untuk dikendalikan.

Begitu pengguna berhasil masuk, hyperlink yang dihasilkan akibat keteledoran tersebut nantinya akan mencoba mengambil kendali akun sosial media Anda dengan cara mengirimkan postingan atau menyukai sebuah halaman hingga mengirimkan tautan berbahaya ke seluruh orang yang ada di friendlist tanpa sepengetahuan pengguna. Ini juga pernah marak terjadi kejahatan ini beberapa waktu yang lalu.

Nah itulah 6 informasi pengguna yang dapat dicuri saat menggunakan internet. Semoga bermanfat.

sumber: Android Authority
Share it:

Info Teknologi

Security

Forum Diskusi: