Follow by Email

Tempat Beredarnya Berita Palsu, Admin Grup WhatsApp Bisa Dipenjara

Tempat Beredarnya Berita Palsu, Admin Grup WhatsApp Bisa Dipenjara
Share it:
tempat-beredarnya-berita-palsu-admin-grup-whatsapp-bisa-dipenjara.html
Sepertinya penyebaran berita palsu atau hoax sudah umum dilakukan dijejaring sosial, seperti di Facebook, Twitter, atau WhatsApp. Ancaman tuntutan hukum tak membuat merekayang terlibat jera dalam penyebaran kabar palsu tersebut. Seperti baru-baru ini terjadi di India, seorang admin grup di WhatsApp mendekam di penjara karena di dalam grup yang Ia kelola tersebar berita palsu atau hoax.

Di India memang ada aturan yang mengharuskan seorang admin di sosial media memiliki identitas yang jelas dan bertanggung jawab. Termasuk di antaranya adalah tanggung jawab terhadap keberadaan berbagai kabar atau berita yang beredar di grup yang Ia kelola. Admin grup bisa secara langsung dilaporkan kepada pihak berwajib kalau terlibat atau membantu penyebaran informasi palsu atau hoax.

Bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh seorang admin untuk mengatasi penyebaran kabar palsu di dalam grup? Menurut aturan ini, seorang admin bertanggung jawab untuk menghapus keanggotaan pengguna WA yang ketahuan menyebarkan kabar palsu atau hoax di dalam grup yang dikelola. Kalau tanggung jawab itu tidak dilakukan, maka pihak berwajib berhak untuk membawa admin ke hadapan hukum.

Penyebaran berita palsu atau hoax memang cukup mengkhawatirkan. Apalagi saat menjelang pemilihan umum dengan penyebaran berita palsu yang menyudutkan salah seorang calon pun biasanya bermunculan. Hal ini pun terjadi di berbagai negara, termasuk di antaranya adalah di Indonesia.

Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah India ini memang terbilang cukup ekstrem. Apalagi, seorang admin tidak bisa secara terus menerus selama 24 jam memonitor aktivitas para member di dalam grup terlebih kalau grup tersebut memiliki aktivitas yang cukup tinggi.
Share it:

Sosial Media

WhatsApp

Forum Diskusi: