LINE Segera Luncurkan Mata Uang Digital Sendiri

line-segera-luncurkan-mata-uang-digital-sendiri
Dalam era digital saat ini trend penggunaan uang digital sebagai alat pembayaran semacam bitcoin makin digemari.

Melihat hal tersebut, Line kini terus berekspansi ke ranah bisnis yang lebih luas. Setelah menjajal bisnis perangkat pintar dan streaming musik, layanan pesan instan asal Negeri Ginseng tersebut kini merambah bisnis mata uang digital (cryptocurrency). Ambisi itu diwujudkan dengan dibentuknya Line Financial Corporation sebagai divisi baru.

Selain transaksi dan penukaran bitcoin, ripple, ethereum, dan mata uang digital lainnya, Line disebut akan membuat semacam marketplace di dalam aplikasi, di mana penggunanya bisa menggunakan mata uang digital untuk mendapat pinjaman atau asuransi.

Tak heran jika Line terus berekspansi dengan menghadirkan layanan-layanan baru, seperti yang dilansir dari Techcrunch, pada Juni 2017, Line tercatat mengantongi lebih dari 171 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal pertama 2017. Angka tersebut naik 72 persen dari jumlah pengguna aktif bulanan pada 2016.
"Empat pasar terbesar Line di Jepang, Taiwan, Indonesia, dan Thailand, jumlah pengguna aktif bulanan telah mencapai lebih dari 171 juta. Ada peningkatan 20 juta pengguna sejak tahun lalu," ujar Line Corporation Representative Director & CEO, Takeshi Idezawa, pada Line Conference 2017, Shibuya, Jepang, beberapa waktu lalu.
Line mengaku telah mendaftarkan lisensi cryptocurrency di Jepang, dan saat ini sedang dalam peninjauan.

Line pun berharap, peningkatan layanan fintech ini bisa mendorong bisnis Line ke pasar yang lebih kuat dan meraih pengguna global lebih luas. Dengan demikian, Line dapat bersaing dengan Facebook, Messenger dan WhatsApp-nya, yang menjadi platform layanan pesan instan terpopuler dunia.

Sebenarnya, kabar ini tidak terlalu mengejutkan, karena Jepang sendiri merupakan salah satu pasar cryptocurrency terbesar, serta mendapat payung legal dari pemerintah. Pada Maret 2017, Jepang mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan mulai memberlakukan lisensi cryptocurrency untuk tetap melindungi konsumen.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel