Pengadilan Cina Melarang Penjualan iPhone Model Lama Hingga iPhone X, Apa Alasannya?



iPhone_x

Sengketa paten antara produsen iPhone, Apple, dan pembuat chip Amerika, Qualcomm berbuntut panjang. 

Pengadilan Cina melarang penjualan beberapa model iPhone lama di Cina. Keputusan ini karena Apple terbukti melanggar dua paten milik Qualcomm.

Seperti yang dilansir dari laman androidpit (12/12/2018), paten tersebut terkait dengan pengeditan foto dan manajemen aplikasi untuk fitur pada layar sentuh smartphone, menurut Qualcomm. Keputusan pengadilan secara efektif melarang model iPhone lama dari iPhone 6C sampai iPhone X. Trio terbaru dari iPhone XS, XS Max, dan XR tidak terpengaruh.

Qualcomm, pemasok terbesar chip smartphone, mengajukan kasusnya di China pada akhir 2017 dan pertempuran telah berkecamuk di beberapa negara, dari seluruh Uni Eropa hingga Korea Selatan. Meskipun untuk sementara Qualcomm menang, tapi keputusan tersebut baru dimenangkan oleh Qualcomm di Pengadilan Provinsi Tiongkok, bukan pengadilan properti intelektual khusus di Beijing.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin Apple mengatakan bahwa semua model ponselnya tetap dijual di China daratan dan telah mengajukan permintaan untuk peninjauan kembali dengan pengadilan. Proses banding, yang bisa berakhir di Mahkamah Agung China, mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, di mana iPhone lama akan tetap tersedia dipasaran.

Erick Robinson, seorang pengacara hak paten di Beijing dan mantan pengacara Qualcomm, mengatakan bahwa sementara pengadilan Cina telah menjadi lebih adil dalam beberapa tahun terakhir, nasionalisme terkadang bisa menjadi faktor dalam aturan.

Qualcomm adalah vendor teknologi utama untuk merek ponsel pintar China seperti Xiaomi Corp, Oppo, Vivo dan OnePlus, sementara Apple bersaing secara langsung melawan Huawei Technologies Co Ltd [HWT.UL], pembuat smartphone premium dengan harga premium dari China, yang CFO-nya ditangkap bulan ini karena diduga melanggar sanksi AS.
"Mungkin ada permainan politik di sini. Apple adalah pesaing langsung bagi perusahaan-perusahaan terbesar di China, sedangkan Qualcomm adalah pemasok,” kata Robinson.
Diketahui, setelah hasil pengadilan tersebut dipublikasikan, saham Apple melorot 2 persen pada perdagangan Senin (10/12/18) waktu setempat, sementara saham Qualcomm justru menguat signifikan sebesar 3 persen.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel