Apple telah mengumumkan bahwa Tim Cook akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO setelah 15 tahun memimpin perusahaan. Kepergian Cook telah menuai reaksi dari dunia teknologi, termasuk CEO OpenAI Sam Altman dan mantan CFO Apple Peter Oppenheimer.
![]() |
| Tim Cook akan mengundurkan diri sebagai CEO Apple pada 1 September 2026. |
CEO Apple, Tim Cook, akan mengundurkan diri dari jabatannya akhir tahun ini. Perusahaan mengumumkan bahwa Cook akan digantikan oleh John Ternus, wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras di perusahaan raksasa Cupertino tersebut.
Cook memimpin Apple selama hampir 15 tahun, setelah mengambil alih kendali dari salah satu pendiri Apple, Steve Jobs, pada tahun 2011. Selama periode ini, ia memainkan peran utama dalam pertumbuhan perusahaan. Kapitalisasi pasar Apple meningkat dari $350 miliar pada tahun 2011 menjadi lebih dari $4 triliun saat ini, menjadikannya salah satu perusahaan paling berharga di dunia.
Tim Cook tidak akan sepenuhnya meninggalkan Apple. Ia akan beralih ke peran ketua eksekutif pada 1 September 2026. Namun, pengumuman ini telah disambut dengan berbagai reaksi di dunia teknologi, seiring berakhirnya sebuah era.
Reaksi atas pengunduran diri Tim Cook sebagai CEO Apple
Para pemimpin teknologi telah bereaksi terhadap berita ini. CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan kekagumannya terhadap warisan Cook di X. Dia menulis, "Tim Cook adalah seorang legenda. Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan dan saya sangat berterima kasih kepada Apple."
![]() |
| weet Sam Altman tentang pengumuman Tim Cook. |
Pendiri Oculus, Palmer Luckey, mengambil pendekatan yang berbeda. Dia menulis, "RIP Tim Apple," merujuk pada insiden tahun 2019 ketika Presiden AS Donald Trump secara tidak sengaja menyebut Tim Cook sebagai "Tim Apple." Luckey menjual Oculus ke Facebook seharga $2 miliar pada usia 21 tahun.
![]() |
| Palmer Luckey menghidupkan kembali lelucon "Tim Apple" dari tahun 2019. |
Peter Oppenheimer, mantan kepala keuangan di Apple antara tahun 2004 dan 2014, mengatakan, seperti yang dikutip oleh New York Times, “Dia mengemban tanggung jawab terbesar di dunia — tanggung jawab terbesar yang pernah diemban siapa pun di planet ini — dan dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa.” Oppenheimer adalah salah satu dari sedikit eksekutif Apple yang pernah bekerja di bawah Steve Jobs dan Tim Cook di Cupertino.
Dipanjan Chatterjee, seorang analis utama di perusahaan riset Forrestor, mengakui bahwa Cook berhasil menggantikan posisi Steve Jobs. Ia mengatakan, seperti yang dikutip oleh Guardian, “Mengikuti jejak Steve Jobs bukanlah hal yang mudah. Namun Tim Cook mengambil warisan Jobs dan mengubah Apple menjadi kekuatan finansial yang tangguh dan tahan lama dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang eksplosif.”
Analis Wedbush Securities, Dan Ives, berpendapat bahwa kepergian Cook merupakan sebuah kejutan. Ia menulis di X, “Apple sedang melakukan transisi besar pada strategi AI-nya dan kepergian CEO legendaris Cook saat ini merupakan sebuah kejutan.” Ives menambahkan, “Kami setuju dengan Ternus sebagai pilihan.”
![]() |
| Analis Dan Ives menyatakan bahwa berita tersebut datang sebagai sebuah kejutan. |
John Ternus dikenal atas karyanya di Apple, setelah bekerja di perusahaan tersebut selama hampir 25 tahun. Ia juga dipuji karena mempelopori transisi Apple ke chipset seri M buatan sendiri untuk MacBook, alih-alih bergantung pada prosesor Intel. Menurut Bloomberg, Ternus mengawasi pengembangan produk yang menghasilkan 80 persen pendapatan Apple.




