Meta, yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg, dilaporkan semakin fokus pada perangkat keras berbasis AI. Setelah kesuksesan kacamata pintar Meta Ray-Ban, Meta sedang membentuk tim perangkat keras baru sebagai bagian dari Superintelligence Labs (MSL).
![]() |
| Foto: Reuters |
Meta baru-baru ini memfokuskan perhatian pada perangkat keras AI. Kacamata pintar AI Meta Ray-Ban milik perusahaan ini telah sukses dengan penjualan lebih dari 7 juta unit. Kini, diyakini bahwa perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg ini semakin memperkuat posisinya di bidang perangkat keras dengan tim khusus sebagai bagian dari Superintelligence Labs (MSL).
Menurut laporan dari Business Insider, divisi Meta Superintelligence Labs, yang dipimpin oleh Alexandr Wang, sedang membentuk tim perangkat keras khusus. Tim ini kemungkinan akan terpisah dari divisi Reality Labs yang bertanggung jawab atas Meta Ray-Bans dan produk lain seperti metaverse.
Meta menginginkan lebih banyak perangkat keras AI
Meta Superintelligence Labs adalah divisi AI perintis perusahaan yang bertugas membangun produk AI masa depan perusahaan, termasuk AI agen. Menurut laporan tersebut, beberapa insinyur dari divisi Reality Labs telah beralih ke MSL untuk membuat prototipe perangkat lunak AI pada perangkat keras Reality Labs.
Meskipun tim baru ini akan terpisah dari Reality Labs, kedua divisi tersebut diharapkan akan bekerja sama erat. Perlu dicatat bahwa Meta baru-baru ini melakukan PHK terhadap 700 karyawan, termasuk beberapa dari Reality Labs.
Tim baru ini diharapkan akan mengerjakan perangkat keras baru, selain kacamata pintar atau headset VR. Meskipun detail perangkat yang kemungkinan akan dikembangkan masih belum jelas untuk saat ini.
Meta telah menunjuk insinyur veteran Rui Xu untuk memimpin divisi perangkat keras di MSL. Sebelumnya, Xu memimpin divisi perangkat keras di Dreamer, sebuah perusahaan rintisan agen AI yang para pendirinya baru-baru ini bergabung dengan MSL. Rui Xu juga pernah bekerja di bidang perangkat pintar di perusahaan raksasa Tiongkok, ByteDance.
Pasar perangkat keras AI akan semakin ketat
Meta bukanlah satu-satunya perusahaan yang ingin berekspansi di bisnis perangkat keras berbasis AI. OpenAI diperkirakan akan segera meluncurkan perangkat keras AI pertamanya, yang dirancang oleh mantan kepala desainer Apple, Jony Ive.
Apple juga dikabarkan telah mengerjakan kacamata pintar AI-nya sendiri untuk beberapa waktu sekarang. Dan laporan terbaru menunjukkan bahwa produsen ponsel yang berbasis di London, Nothing, mungkin juga akan memperkenalkan produk pintarnya sendiri paling cepat akhir tahun ini.
Meta melanjutkan upaya besar dalam pengembangan AI
Meta tampaknya memperluas upayanya di bidang AI. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sedang membangun tim AI yang didedikasikan untuk menggunakan AI guna meningkatkan algoritma rekomendasinya untuk Instagram dan Facebook.
Di masa lalu, Mark Zuckerberg telah mengakuisisi perusahaan seperti Moltbook dan Manus AI, dua startup AI yang fokus pada AI berbasis agen. Alexandr Wang, yang memimpin Superintelligence Labs perusahaan, diangkat setelah Meta mengakuisisi startup miliknya, Scale AI, seharga $14,5 miliar.
Raksasa teknologi ini juga mendorong karyawan untuk menggunakan lebih banyak alat AI di tempat kerja. Zuckerberg sendiri diyakini memiliki agen CEO AI pribadinya yang membantunya melakukan pekerjaannya.
Pada saat yang sama, Meta dilaporkan berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja. Raksasa teknologi ini dapat memangkas hingga 15.000 pekerjaan dalam waktu dekat sebagai upaya untuk mengelola biaya. Perusahaan teknologi lain seperti Oracle dan Amazon telah memberhentikan ribuan pekerja.

